“Luruskan shaf-shafmu, luruskan shaf-shafmu, lusurkan
shaf-shafmu, demi Allah hendaknya benar-benarlah kalian meluruskan
shaf-shaf atau Allah akan menjadikan hati-hati kalian bercerai berai.
Nu’man berkata: Maka aku melihat
seorang (dari kami) menempelkan bahunya dengan bahu kawannya, lututnya
dengan lutut kawannya dan mata kaki dengan mata kaki kawannya.” (HR. Abu
Dawud, Ibnu Hibban, Ahmad).
Imam Ibnul Qoyyim berkata: “yaitu setiap orang menjadikan bahunya
sejajar dengan bahu lainnya. Hingga bahu-bahu, leher-leher dan kaki-kaki dalam keadaan sejajar.” (Aunul Ma’bud, 2/365).
Berdiri dengan cara biasa (serong kanan-kiri, gambar 2), menghasilan shaf yang tidak rapat (gambar 3). Untuk memperoleh shaf yang rapat, mata kaki saling bertemu, tentu cara berdirinya harus dengan kaki-kaki yang sejajar, yaitu dengan kedua jari-jari kakinya lurus menghadap kiblat (gambar 1), sehingga barisan shaf bisa benar-benar rapat (gambar 4).
“Lurus dan rapatkan shaf kalian, karena lurus dan rapatnya shaf adalah bagian dari kesempurnaan shalat”(HR Bukhari, Muslim).
Ayo sempurnakan shalat dengan berjamaah, dan tata cara shalat yang benar.
http://www.akhmadtefur.com
Imam Ibnul Qoyyim berkata: “yaitu setiap orang menjadikan bahunya
sejajar dengan bahu lainnya. Hingga bahu-bahu, leher-leher dan kaki-kaki dalam keadaan sejajar.” (Aunul Ma’bud, 2/365).
Berdiri dengan cara biasa (serong kanan-kiri, gambar 2), menghasilan shaf yang tidak rapat (gambar 3). Untuk memperoleh shaf yang rapat, mata kaki saling bertemu, tentu cara berdirinya harus dengan kaki-kaki yang sejajar, yaitu dengan kedua jari-jari kakinya lurus menghadap kiblat (gambar 1), sehingga barisan shaf bisa benar-benar rapat (gambar 4).
“Lurus dan rapatkan shaf kalian, karena lurus dan rapatnya shaf adalah bagian dari kesempurnaan shalat”(HR Bukhari, Muslim).
Ayo sempurnakan shalat dengan berjamaah, dan tata cara shalat yang benar.
http://www.akhmadtefur.com
Ayo Sempurnakan Shalat