Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Juni 2012

Iman dan Islam : Dulu Mana?

 Oleh: Muhammad Sulaiman, SS, M.Hum

Rukun Islam yang lima kita telah tahu. Tiga yang pertama mesti dikerjakan oleh setiap muslim. Sedangkan dua terakhir hanya wajib atas orang-orang Islam yang mampu. Rukun Iman yang enam juga telah sama kita ketahui. Seseorang telah disebut Islam kalau telah melaksanakan rukun-rukunnya berdasar kemampuan diri. Minimal tiga rukun yang pertama. Dikatakan mukmin apabila dia telah mempercayai rukun iman yang enam itu. Dulu manakah, menjadi muslim atau mukmin?

Sementara kita katakan Iman dan Islam bisa dianggap masing-masing berdiri sendiri. Sebab memang di antara keduannya harus dapat diadakan pembedaan meskipun bukan pemisahan. Tuhan pun menyebut “beriman dan beramal saleh”. Amal saleh itulah Islam. Ibnu Taimiyah berpendapat, tiap-tiap orang beriman adalah Islam, tetapi orang Islam belum tentu beriman.

Atas dasar Islam dan Iman berbeda dan pada umunya dikatakan bahwa Islam merupakan bukti adanya Iman, maka terbaliklah pernyataan Ibnu Taimiyah itu. Sebab kalau Islam sebagai bukti adanya Iman maka Iman tentu lebih dulu dari Islam. Dengan demikian mukmin belum pasti muslim. Dan muslim tentulah mukmin. Adapun orang yang sesungguhnya munafik, meskipun ia mau bersyahadat, mengerjakan shalat dan puasa yang lantaran ini orang menyebutnya sebagai bukti adanya iman. Sebab amalnya tidak lahir karena kepercayaan hatinya melainkan hanya sebagai tipu muslihat belaka. Dengan adanya kasus ini maka benarlah separo pernyataan Ibnu Taimiyah, orang Islam belum tentu beriman.

Mau Doa Maqbul? Perbaiki Cara Berdoa!

Bagaimana cara berdoa yang baik? Simak ini dulu…
Coba bayangkan seandainya tiba-tiba ada orang mendatangi anda, dan langsung meminta uang dengan cara yang tidak sopan… Dia tidak kulo nuwun, tidak memanggil nama anda dengan santun, tidak memiliki tata krama… Bagaimana perasaan anda? Iba atau empet?

Nah, jika anda sadar betul akan jawaban pertanyaan di atas, andapun pasti yakin bahwa anda tidak boleh bergaya preman kampung macam itu kepada orang lain! Setuju, juragan? :)

Apalagi kepada Allah…. tentu sangat tidak boleh!
Berlaku sopanlah dalam meminta kepada Allah! Sebutlah nama-Nya dengan santun, gunakan tata krama yang baik.  Jangan langsung to the point meminta. Mengapa doa kita tumpul? Salah satunya karena tingkah kita sendiri yang tidak beradab dalam meminta.

Mari perbaiki cara berdoa kita agar lebih maqbul. Lantas, bagaimana tata cara berdoa yang baik berdasarkan Al Quran dan hadits? Inilah jawabannya:
1. Mulailah dengan basmalah

2. Memuji Allah
“Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya” (An Nashr:3). Dalam ayat ini, Allah memberikan petunjuk agar kita memuji-Nya sebelum menyampaikan maksud doa yang kita panjatkan. Memuji Allah ialah dengan mungucapkan “Alhamdu lillaahi robbil aalamiin” (segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam), atau dengan redaksi lainnya.

3. Bershalawat untuk Nabi
Dari Annas bin Malik: “Tidaklah seseorang berdoa, kecuali antara dia dan langit ada hijab, sampai dia bershalawat kepada nabi”.
Jadi, bershalawat kepada Nabi sangat penting untuk membuka hijab (tirai) agar doa kita sampai pada Allah azza wa jalla. Bershalawat atas Nabi misalnya membaca “Allahumma shalli ala sayyidinaa Muhammad” atau dengan redaksi lain yang lebih lengkap.

Al Fatihah adalah bacaan shalat yang amat dahsyat. Dalam fiqih tuntunan shalat, Al Fatihah merupakan bacaan shalat yang bersifat rukun. Teristimewa, Allah akan menjawab pada setiap ayat yang kita baca. Luar biasa, bukan…?

Buktinya? Ini dia, firman Allah dalam hadits qudsi:
Nabi SAW bersabda, “Allah SWT berfirman: Shalat itu Kubagi dua antara Aku dan hamba-Ku. Untuk hamba-Ku ialah apa yang dimintanya.

Apabila ia mengucapkan Alhamdulillahi rabbil alamin, Aku menjawab: “Hamba-Ku memuji-Ku”.

Apabila ia mengucapkan Arrahmaanirrahiim,
maka Aku menjawab: “Hamba-Ku menyanjung-Ku”.

Apabila ia mengucapkan Maaliki yaumiddiin,
maka Aku menjawab: “Hamba-Ku mengagungkan-Ku”.

Apabila ia mengucapkan Iyyaka nabudu waiyyaaka nastaiin,
maka Aku menjawab: “Inilah bagian-Ku dan bagian hamba-Ku, dan untuk hamba-Ku apa yang dimintanya”.

Ayo Sempurnakan Shalat

“Luruskan shaf-shafmu, luruskan shaf-shafmu, lusurkan shaf-shafmu, demi Allah hendaknya benar-benarlah kalian meluruskan shaf-shaf atau Allah akan menjadikan hati-hati kalian bercerai berai. Nu’man berkata: Maka aku melihat seorang (dari kami) menempelkan bahunya dengan bahu kawannya, lututnya dengan lutut kawannya dan mata kaki dengan mata kaki kawannya.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Hibban, Ahmad).
cara berdiri dalam shalat
Imam Ibnul Qoyyim berkata: “yaitu setiap orang menjadikan bahunya
sejajar dengan bahu lainnya. Hingga bahu-bahu, leher-leher dan kaki-kaki dalam keadaan sejajar.” (Aunul Ma’bud, 2/365).
Berdiri dengan cara biasa (serong kanan-kiri, gambar 2), menghasilan shaf yang tidak rapat (gambar 3). Untuk memperoleh shaf yang rapat, mata kaki saling bertemu, tentu cara berdirinya harus dengan kaki-kaki yang sejajar, yaitu dengan kedua jari-jari kakinya lurus menghadap kiblat (gambar 1), sehingga barisan shaf bisa benar-benar rapat (gambar 4).
“Lurus dan rapatkan shaf kalian, karena lurus dan rapatnya shaf adalah bagian dari kesempurnaan shalat”(HR Bukhari, Muslim).
Ayo sempurnakan shalat dengan berjamaah, dan tata cara shalat yang benar.

http://www.akhmadtefur.com

Kamis, 07 Juni 2012

Di antara strategi pemasaran yang kita jumpai di sekeliling kita adalah adanya hadiah langsung ketika kita membeli produk tertentu atau memanfaatkan jasa tertentu.

Hadiah semacam ini bisa kita bagi menjadi beberapa bagian:

Pertama, hadiah tersebut berasal dari penjual tanpa ada syarat apapun. Hadiah semacam ini bisa berupa benda atau pun jasa.
Beli lima gratis satu, demikian kata sebagian toko atau cuci motor lima kali gratis sekali. Hukum hadiah semacam ini adalah diperbolehkan. Alasannya hukum asal hadiah adalah boleh dan tidak ada sisi berbahaya dalam hadiah yang ada dalam kasus di atas.

Kedua, adanya hadiah tertentu menyertai produk tertentu yang telah diketahui oleh pembeli semisal ada hadiah piring atau gelas setiap membeli sabun cuci ukuran 0,5 Kg.
Hadiah semacam ini hukumnya adalah tidak mengapa karena hadiah dalam hal ini, tak ubahnya dengan diskon penjual untuk pembeli dan tidak ada gharar dalam kasus ini karena pembeli telah mengetahui hadiah apa yang akan dia dapatkan.

Ketiga, hadiah ada pada setiap produk namun apa bentuk hadiah yang akan didapatkan pembeli tidak diketahui secara pasti karena hadiah tertutup bungkus produk yang dibeli.

Ternyata, amalan dan ibadah yang telah dilakukan sungguh-sungguh bisa menguap begitu saja, hanya karena pelakunya mengkonsumsi barang haram
Banyak orang tak menyadari bahwa makanan haram memiliki hubungan dengan terkabulnya doa seseorang di hadapan Allah SWT. Bahkan para ulama, generasi awal, sangat bersungguh-sungguh mencegah agar tidak mengkonsumusi makanan haram dan menggunakan harta haram. Itu semua disebabkan karena hal-hal yang diharamkan, kalau sampai ”tertelan” dapat menyebabkan timbulnya dampak yang amat buruk terhadap pelakunya.
Berikut ini, pengaruh menggunakan dan memakan barang haram, bagi keimanan pelaku, ”nasib” amalan, dan lainnya. Semoga kita terjauhkan dari keburukan itu semuanya.

Penyebab Tidak Diterima Amalan

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam (SAW) bersabda,”Ketahuilah, bahwa suapan haram jika masuk dalam perut salah satu dari kalian, maka amalannya tidak diterima selama 40 hari.” (Riwayat At Thabrani).

Doa Pagi dan Petang

Banyak amal-amal shalih yang dianjurkan untuk dikerjakan oleh setiap muslim dan muslimah. Salah satu diantaranya adalah memperbanyak dzikir kepada Allah, sebagaimana firman-Nya tentang anjuran untuk berdzikir kepadanya :
يَأَيّهَا الّذِينَ آمَنُواْ اذْكُرُواْ اللّهَ ذِكْراً كَثِيراً

“Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya” (QS. Al-Ahzaab : 41).

وَالذّاكِـرِينَ اللّهَ كَثِيراً وَالذّاكِرَاتِ أَعَدّ اللّهُ لَهُم مّغْفِرَةً وَأَجْراً عَظِيماً

“Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, maka Allah menyediakan untuk mereka pengampunan dan pahala yang besar” (QS. Al-Ahzaab : 35).
Juga sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam :

مَا شَيءُ أَنْجَى مِنْ عَذَابِ اللهِ مِنْ ذِكْرِ اللهِ

“Tidak ada amal anak Adam yang lebih menyelamatkannya dari ‘adzab Allah selain dari dzikir kepada-Nya” (HR. Muslim 4/2074 nomor 2699 dan lainnya).
Dari dzikir-dzikir yang ada, tentunya yang lebih utama adalah dzikir yang shahih berasal dari Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam. Berikut ini akan dituliskan beberapa dzikir pagi dan petang yang shahih dari Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam. Dzikir pagi dan petang adalah dzikir-dzikir yang selalu dikerjakan oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam setiap pagi hari setelah shalat shubuh dan petang hari setelah shalat ‘Asar. Hal itu sebagaimana difirmankan Allah ta’ala :

Sabtu, 02 Juni 2012

Kitab Klasik dalam Sajian Modern

Kemajuan teknologi telah menyusup ke mana-mana. Termasuk ke sudut-sudut pesantren. Berkat teknologi, kitab-kitab yang dipelajari di pesantren kini bisa dipelajari melalui software (perangkat lunak) khusus. Bagaimana?


Dulu, kitab kuning memang identik sebagai literatur kuno dan klasik. Tapi, kini kitab sebagai salah satu rujukan umat Islam itu bisa dihadirkan dalam format mutakhir berbentuk digital library (perpustakaan digital). Beberapa waktu lalu, 50 orang wakil pesantren se-Kabupaten Probolinggo berkumpul di kampus AMIK Leces untuk mempelajari cara pemanfaatannya.

Acara yang digelar oleh Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur dan RMI NU Kabupaten Probolinggo itu dihadiri juga oleh anggota DPR RI FKB Hamid Wahid. Anggota DPR yang juga putera salah satu pemangku Pesantren Nurul Jadid, Paiton, itu banyak berbicara tentang positioning pesantren saat ini. Salah satu caranya bisa dilakukan dengan penguasaan teknologi. “Salah satunya bisa dilakukan dengan pengembangan perpustakaan digital. Dan, hari ini adalah yang pertama kalinya diselenggarakan di Jawa Timur,” ujarnya.