Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Juni 2012

Jakarta - Setelah mencuri perhatian di ajang Mobile World Congress 2012 di Barcelona, Nokia 808 PureView akhirnya merapat ke Indonesia. Bagi Anda penggila gadget, siap-siap merasakan kemampuan ponsel yang dilabeli kamera 41 megapixel tersebut.

Menurut rencana, Nokia bakal memperkenalkan 808 PureView di ajang Indonesia Cellular Show (ICS) yang berlangsung di Jakarta Convention Center, Kamis (7/6/2012). "Nokia Indonesia akan segera mengumumkan ketersediaan ponsel dengan terobosan teknologi ini di Indonesia," ujar Nokia, dalam undangan yang diterima detikINET.

808 PureView memang menarik perhatian masyarakat luas lantaran kamera yang diusungnya. Perangkat ini pun sempat mendapatkan berbagai penghargaan, termasuk Best Mobile Device di Mobile World Congress 2012 serta gelar Best Imaging Innovation 2012 dari the Technical Image Press Association (TIPA)

"Nokia 808 PureView merupakan smartphone pertama yang menggunakan teknologi peraih penghargaan, teknologi PureView. Teknologi ini merepresentasikan level tertinggi dalam pencitraan smartphone, menggabungkan sensor dengan performa tinggi, lensa eksklusif dari Carl Zeiss dan algoritma yang dikembangkan oleh Nokia," umbar vendor asal Finlandia itu.

Selain menyuguhkan kamera gahar dengan label 41 MP, 808 PureView juga dibekali layar Amoled 4 inch, teknologi rich recording, prosesor single-core 1.3 GHz ARM 11, dan kemampuan perekaman video 1080p.

Penasaran dengan kemampuan kamera sangar 808 PureView? Simak hasil jepretannya di sini.

( ash / rns )
Ardhi Suryadhi - detikinet
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Jakarta - Nokia 808 Pureview yang dikenal sebagai ponsel dengan kamera 'monster' akhirnya mulai dijual di Indonesia. Ponsel yang dibekali dengan kamera 41 megapixel ini dibanderol di angka Rp 6,5 juta.

"Sejak pertama kali diperkenalkan, Nokia 808 Pureview jadi sorotan. Membuat orang terkagum-kagum. Inilah yang namanya disruptive technology. Mengganggu orang karena mengagumkan dan different," kata Triari Senawirawan, Lead Marketing and Brand Communication Manager Nokia Indonesia.

Ia mengklaim, Nokia selalu terdepan dalam teknologi imaging di ponsel dan selalu menghadirkan yang belum dihadirkan vendor lain.

"Di saat orang masih 6 MP, Nokia sudah 8 MP. Ketika mereka 8 MP, Nokia sudah 12 MP. Bgitu juga yang kami hadirkan hari ini di Indonesia dengan Nokia 808," ujarnya.

Dengan banderol Rp 6,5 juta, 808 Pureview yang tersedia dalam warna hitam dan putih sudah bisa di pre-order sejak kemarin. Khusus selama gelaran ICS di JCC, pemesan juga mendapatkan Tripod extension, HDMI cable, dan paket data dari Indosat selama 6 bulan.

Selain menyuguhkan kamera gahar dengan label 41 MP, 808 PureView juga dibekali layar Amoled 4 inch, teknologi rich recording, prosesor single-core 1.3 GHz ARM 11, dan kemampuan perekaman video 1080p.

Rachmatunisa - detikinet
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda! 

Sabtu, 02 Juni 2012

Radio telah menjalani proses perkembangan yang cukup lama sebelum menjadi media komunikasi seperti sekarang ini. Dr. Lee De Forest (1873-1961) dari AMerika Serikat dpat dianggap sebagai pelopor di dalam penemuan radio. Radio berhasil ditemukan pada tahun 1916. Oleh karena itu, ia dijuluki sebagai “The Father of Radio”. Walaupun Demikian Gugliermo Marconi yang terkenal dengan penemuan telegraf tanpa kawat, telah merintis penemuan teknologi radio sejak tahun 1894.

Ketika itu, ia membaca eksperimen Heinrich Rudolf Hertz (1857-1894) seorang ahli Fisika berkebangsaan Jerman yang menemukan gelombang elektromagnetis dalam suatu majalah Italia.Pada tahun 1895, Marconi mengadakan eksperimen dengan menggunakan dasar pengetahuan dari penemuan Hertz. Dalam eksperimennya, ia berhasil menerima sinyal tanpa kawat dalam jarak satu mil dari sumbernya. Eksperimen lain yang dilakukan tahun 1896 yakni mengirimkan sinyal –sinyal tersebut dan dapat diterima dalam jarak delapan mil. Penemuan inilah yang kemudian dikembangkan oleh Dr. Lee De Forest. Forest juga memperkenalkan lampu vakum (vaccum tube) untuk dapat menyiarkan suara yang masuk. Lampu masuk itu dipergunakan pada tahun 1906.
Di bidang teknologi, usaha untuk menyempurnakan radio siaran telah dirintis oleh Prof. E.H. Amstrong dari Universitas Columbia pada tahun 1933. Ia memperkenalkan sistem Frequency Modulation (FM) sebagai penyempurnaan Amplitude Modulation (AM) yang biasa digunakan dalam radio.  Dengan sistem yang baru itu, para pendengar memperoleh beberapa manfaat sebagai berikut :

Coba bayangkan jika lapisan cat luar rumah Anda bisa menghasilkan listrik dari sinar matahari. Lalu, listrik itu dapat digunakan untuk menyalakan perabot di dalam rumah layaknya listrik dari perusahaan pemasok energi. Praktis dan efisien.
Kini sebuah tim peneliti dari University of Notre Dame, Amerika Serikat, berhasil melakukan loncatan ke depan tentang visi cat penghasil listrik dengan menciptakan “cat surya” berbiaya rendah. Cat ini menggunakan semacam partikel semikonduktor berukuran nano untuk memproduksi energi listrik.

“Kami ingin melakukan sesuatu yang transformatif, bergerak maju melebihi teknologi solar sel berbahan dasar silikon yang selama ini berkembang,” kata Prashant Kamat, profesor ilmu pengetahuan bidang kimia dan biokimia di Notre Dame’s Center for Nano Science and Technology (NDnano), yang memimpin penelitian.
NDnano adalah salah satu pusat pengembangan teknologi nano termaju. Visi NDnano adalah mempelajari dan memanipulasi sifat bahan dan perangkat, serta mengetahui reaksi dan interaksinya dengan sistem kehidupan pada skala nano.
Kamat mengatakan, dengan menggabungkan kekuatan memproduksi partikel nano yang disebut titik-titik kuantum menjadi senyawa yang tersebar, ia telah membuat satu mantel cat surya yang dapat digunakan pada setiap permukaan konduktif tanpa perlu peralatan khusus.